Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Chapter

CHAPTER IV

Hujan turun, memberi harapan bagi manusia yang telah lama merasa gersang. Waktu terus bergulir, mengiringi perjalanan hidup yang penuh dengan warna. Bekerja bukan lagi tentang idealisme atau passion, tapi lebih pada alasan kebutuhan dan keinginan orang terkasih. Dalam hidup, ada banyak hal terjadi tanpa diingini. Sebagian dari hal tersebut datang dalam bungkusan kebahagiaan dan sebagian dalam ujian yang berakhir pada hikmah. Rasanya kadang hidup sangat adil, tapi sebagian terasa tak adil di mata manusia yang penuh dengan hawa nafsu. Semakin dewasa, semakin banyak keputusan yang harus diambil. Semakin banyak konsekuensi yang harus diterima.  Ada konsekuensi yang baik dan ada juga yang tidak. Lebih parahnya lagi, luasnya dunia kadang memberikan banyak pilihan, tapi terbatas pada geografi. Terbatas pada lingkungan sempit yang harus dihadapi setiap harinya. Menghasilkan jenuh yang kadang bisa berujung pada hangover. Menghasilkan produktivitas yang jelek dan akal tak dapat berpik...

CHAPTER III

Perjalanan baru benar-benar belum lama dimulai. Namun, sepertinya sudah banyak yang diajarkan. Ada proses penyangkalan yang harus kuterima. Proses pencarian makna yang harus kulalui dengan berbagai ragam. Berbagai curhat atau berbagai diskusi yang menghasilkan berbagai pandangan baru yang mampu melumpuhkan pikiran picik dan negatif yang ada. Membuyarkan keluhan yang sejatinya memang tak pernah kusenangi. Perlahan, semua seperti gabungan dari beberapa titik yang terjadi dan mewujudkan satu per satu doa yang belum terwujud di masa sebelumnya. Menerima menjadi pr yang sangat sulit di awalnya. Bukan perkara hidup sendiri dan merantau, tapi lebih kepada mengendalikan akal dan pikiran. Berhenti mengakali hati nurani dan jujur pada diri sendiri. Berhenti berpura-pura kuat dan pura-pura lainnya hanya agar dapat diterima dengan sangat baik.  Pembinaan Yang Serupa Baru beberapa bulan lalu aku meninggalkan satu babak dan memulai hidup dengan status pekerjaan yang baru. Bebe...

CHAPTER II

Melihat update seperti ini setiap hari di sebuah grup kerja membuatku menyadari beberapa hal. Melihat mereka yang rela bekerja dengan sistem shift hingga malam untuk penghasilan yang aku tak tahu apakah cukup besar atau sekedar cukup untuk mereka. Dengan apa yang kudapat saat ini saja aku terkadang masih kurang bersyukur. Padahal meski awalnya penuh dengan pertentangan dengan prinsip dan karakterku, kini aku mulai berdamai. Justru harusnya aku lebih beruntung daripada mereka. Melihat lingkungan kerja yang harus dijalani hanya dengan beberapa orang demi pengamanan dan tugas. Meski mereka mungkin tidak leluasa meng-eksplor lingkungan sosial mereka, tapi aku yakin bahwa keluarga mereka justru menjadi hal yang terpenting. Bekerja di suasana sepi meski hanya sekedar stand by tetap dijalani setiap hari. Laporan rutin dan mungkin saja masih banyak lagi problema hidup yang mereka alami. Sudah seharusya memang aku menjadi lebih peka pada sekitar. Mengubah cara pandang dan...

CHAPTER I

Tak terasa waktu berjalan terus. Tanpa disadari atau dengan penuh sadar. Perlahan akan terlupakan oleh pikiran tentang banyaknya hal yang telah terlalui.  Kaki melangkah dan terus berjalan. Meski berat melangkah pada licinnya pasir atau tajamnya batu kerikil, tapi setidaknya semua menjadi "harus" untuk dilewati. Bukan tentang memahami hal yang belum terjadi, tapi tentang menerima hal yang harus dilakukan. Menerima hal yang sudah diberikan. Mungkin pada awalnya banyak duka yang hadir. Mungkin juga ada kalanya kepercayaan diri menghilang. Perlahan semua itu mulai memberikan jawaban. Begitu banyak kesulitan yang hadir dan menyiksa rasa, tapi ternyata semua ingin mengajarkanku. Melalui semua penyangkalan, kepedihan, dan derai air mata, aku mulai belajar. Satu per satu mulai ditata. Satu per satu mulai diperbaiki. Melalui segala himpitan, membuatku belajar lebih baik tentang diri ini. Mengingatkan kembali arah dan tujuan hidup ini. Mengingatkanku akan visi hidupku sebagai ham...