Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sajak

Dukamu Malam Ini

Ku lihat dirimu terpaku Malu sejadi-jadinya Tak pernah sedikitpun terbesit di pikirmu Dia akan berlaku seperti itu Apa memang ini definisi salah menilai dengan baik? Percuma kau ucap bahwa dia one of your one call away Percuma kau anggap dia tier satu Nyatanya semua selalu tentangnya Berjam-jam kau termangu berpikir mengapa rasanya sesakit itu Padahal kau sudah mengenalnya Malam hari ini, kau alihkan pikir dan sedihmu Tapi sepulangnya, kau masih mencari jawaban Bahkan kau alihkan berbincang dengan teman yang kau anggap pria Setelah perbincangan itu usai, bukan hiburan yang kau dapat Justru, kenyataan yang berlawanan dengan nilaimu Kejujuran yang juga menambah perih Akhirnya malam ini kau tersudut Di sebuah ruang kecil beruukuran 2,5 x 2,5 m Di atas kasur yang sama hitamnya dengan perasaanmu Dihiasi hening yang lebih kencang daripada suara papan ketik di laptopmu Setelah sekian lama, dirimu tidak berkata-kata Akhirnya malam ini kau kembali Dengan segala kerumitan yang mengacacu pikirmu ...

Tentang Hari Ini

Hari ini, dia terlihat lebih tampan dari biasanya Terlihat lebih profesional dan disiplin waktu karena salah satu atribut yang dikenakannya Hari ini, dia bercerita lebih banyak dari biasanya Dia menyuarakan perasaan dan pikirannya lebih lantang denganku Hari ini, dia bercerita dengan menatap mataku Mataku tanpa ragu menatap dan menanggapi dengan sungguh Hari ini, aku mengerti kenapa dia disenangi Kelembutannya tulus dan caranya memanusiakan manusia terpancar tanpa usaha yang lebih Hari ini, aku sadar mengapa ada penasaran tentangnya Aku menemukan frekuensi yang ternyata serupa tapi tak pernah kami coba selaraskan Hari ini, aku memberi saran untuknya Karena aku tahu dia harus mencari apa yang belum dia temukan pertanyaannya secara jelas Hari ini, aku sadar mengapa aku nyaman dengannya Aku juga sadar meski mungkin bersamanya, tapi ketidakmungkinan lebih besar karena sepertinya logikaku berkata dia tidak seperti yang ku cari Hari ini, aku menemukan kembali Sedikit merasa ada kemungkinan t...

Waktu

Ada banyak hal yang tak bisa diungkapkan oleh kata. Entah itu tentang kesedihan atau tentang cinta yang membara. Rasanya keinginan kadang seperti bisikan tanpa tujuan yang dapat menyesatkan. Bersabar dan memandang perspektif lain, berusaha memperbaiki hidup yang kadang terlihat tanpa harapan. Waktu tidak memberikan jawaban, ia hanya sebagai media yang disediakan untuk manusia mencari. Menjadikannya acuan yang dapat mematok suatu pencapaian. Standar berbeda-beda dan tak jarang sebagian berpikir terlalu tinggi. Kadang kita lupa untuk bertoleransi tapi kita tidak lupa untuk memahami jawaban yang berujar melalui waktu yang diberikan. Sebab manusia sering tidak sadar dan terlalu sibuk dengan pikiran dan dunianya. Padahal bumi ini tidak berputar hanya untuk satu jiwa

SAJAK III : SENDU

Dalam resah yang menggema pada malam ini, sepiku berteman dengan alunan hening yang dibawa udara di sela-sela ventilasi. Kisahku belum dimulai dan entah kapan akan dimulai. Letih tak sungkan berteman dengan cacian. Kata-kata meracau pada retensi yang tak pernah dikehendaki. Sudah berlalu terlalu lama dan rasanya akan semakin lama. Terlalu banyak kerinduan yang hilang dan tak lagi bersemayam menjadi memori yang dapat dikenang. dalam ruang hampa, sesak terasa

Awalan untuk Sebuah Akhir

Akhirnya kekhawatiran berujung pada sebuah jawaban. Saat sebuah keputusasaan disampaikan kepada yang Maha Kuasa. Saat sabar selalu dicoba untuk dijadikan andalan. Mungkin air mata juga sudah lelah mengalah. Pertanyaan itu mulai terjawab. Kekhawatiran menemukan harapan. Bukan untuk dihiasi oleh hal indah dan menyenangkan tapi justru sebagai lecutan untuk bergerak menjadi lebih baik. Tak ingin merusak tapi justru ingin memperbaiki dan membawa ke arah yang lebih baik.  Sisa-sisa rasa itu tidak ada yang tertinggal, sudah ditutup rapat. Rasanya ini seperti pertemuan baru. Kita sudah menjadi orang yang berbeda. Berbagai rintangan dilalui meski berat menjadi tangguh untuk diri sendiri.  Rasanya ada bagian dari diriku yang benar-benar terlepas. Ia menemukan kembali tuannya dan aku lega akan hal itu. Tak ada yang tertinggal dalam kalbu untuknya. Semua usai. Terkait pertemuan ini akankah menjadi sebuah bab baru, mari kita lihat ke mana arahnya.

Memujamu

Aku mencintaimu dengan lembut melalui kata yang tak pernah mampu dikeluarkan oleh bayi kepada ibunya Aku mendambamu seperti semut mendamba dan mengejar gula Aku mengecup harapan seperti serangga yang mampir dan mengecup benang sari sehingga ia bertemu dengan putik Aku menabur benih harapan seperti petani menanam deretan padi di sawah Aku membuka pintu seperti menanti paket pesanan yang sudah lama kunanti  Aku menikmati waktu bersamamu seolah tak ingin kubiarkan detik memakan menit yang menjadikannya berkurang durasi waktu sehari Aku hampir saja membiarkan mataku memerah sebab tak ingin diganggu oleh kedipan meski hanya sepersekian detik Aku puja tuturmu yang mengalahkan egoku Aku puja lembutnya sikapmu seperti bulir kapas yang jatuh perlahan dari pohonnya Aku puja sabarmu seperti harapan sembuh terhadap luka yang membara Aku tak perlu membuat rotasi baru hanya untuk menemuimu di satu titik karena semenjak saat itu pikiranku hanya berotasi pada poros yang kunamai dengan keberadaanmu...

Melepas Perpisahan

Meresap pada berbagai elegi yang tercipta dalam hening yang cukup menggelegar. Nafasku terengah dalam pijakan yang rasanya tak lagi mampu kurasa. Kehilangan adalah wujud perayaan dari tidak terbiasa. Memang pada hakikatnya, adaptasi adalah poin penting dalam keberlangsungan hidup di dunia yang fana ini. Kurasakah getaran saat awal kita melihat adanya harapan. Adanya kebiasaan dan hal baru yang akan mengubah dunia kita berdua. Entah untuk sesaat atau selamanya. Sebisanya tak terbias pada ekspektasi yang hadir mencoba menggurui logika dan fakta. Dalam kenyamananku pada kesendirian, bayangan dan bentuk jelas dirimu hadir. Pertemuan demi pertemuan dan perkenalan yang kita jalani berwujud pada sebuah simpul yang menemukan kesamaan antara kita berdua. Perbedaan yang ada rasanya dapat ditoleransi karena kesamaan sudah sangat cukup membuat perdebatan kalah olehnya. Di balik berbagai pertemuan dan jarak yang coba kita taklukkan, kepercayaan menjadi inti pada hal-hal yang kita yakini dapa...

Aku Pernah

Aku pernah berlari sekuat tenaga. Menetap pada pikiran positif agar apa yang diinginkan menjadi terwujud. Aku pernah melihat dengan penuh harap. Membuka berbagai probabilitas yang dapat membuka mata menjadi lebih luas. Aku pun pernah berjalan dengan sangat lambat hanya untuk merasakan setiap langkah yang kujejakkan. Ku perhatikan setiap titik yang ada tanpa perlu kuabadikan secara fisik. Karena bagiku cukup untuk melihatnya secara detail sehingga aku bisa mengenangnya dalam pikiranku. Aku pun pernah berjalan sangat hati-hati pada jalan yang nyatanya tidak sangat berbahaya seperti dugaanku. Hanya saja lega setelah aku melewatinya walaupun tak kudapati keberuntungan pada jalan tersebut. Aku pernah terjebak dalam situasi yang dulu hanya pernah kupertanyakan. Setelah aku berada pada posisi itu, akhirnya jawaban pun kutemui Aku pernah mengenal seseorang dengan sangat dalam. Mengenali setiap likunya hingga aku mampu menerima ketidaksempurnaannya menjadi bagian dari diriku. Meski s...

Sekilas

Sekilas aku menemukan bayanganmu di sini Terpendar dalam ketiadaan yang tak sempat kutangkap Sebentar sekali, tapi entah ikatan apa yang mampu melukai Bukan terhenti, tapi memang mungkin harusnya berhenti Berhenti untuk terus menanyakan Terlihat lugu atau goblok, ternyata beda tipis Kamusku tak lagi mengerti definisi merindumu atau hanya momen denganmu Kata-kata dalam puisiku tersesat tanpa tahu arah apa yang akan dituju Mengenalmu adalah kebenaran dan sekaligus kesalahan yang pernah ada Membiarkanmu menghidupkan perasaanku dan mematikannya tanpa rasa Adalah cara termanis memberi luka dan memberikan ajaran untuk berjuang Namun, keberadaanmu yang pernah ada adalah standar yang mengajarkanku untuk tahu apa inginku Terakhir, satu kalimat yang selalu kuucap padamu Thanks for everything Dan satu kalimat yang terucap darimu Nggak, kamu baik kepadaku Ternyata itu ending dari prosa yang masih mencari sajian penutup

See You Soon

For the first time in my life, I know One of those special, I can feel you 5 years ago, we started an introduction Then let it flow without impression We saw at someone else’s eyes Looked deep inside their beautiful eyes Then we fell in love with them You and your story and it’s me with mine After the time goes by, destiny came Looked up for each other Our love story had ended, then We met then started all over again Not trying to build a romantic relationship It’s more about friendship Mysteriously we keep in touch since that day Share the oldest ‘til the newest story We find the truth We don’t mean to state we can’t move on Then moving on doesn’t mean we gotta search anyone else We stay independent just to prepare ourself I don’t wanna make a wish like I used to I don’t wanna count days like I used to be with him I don’t wanna imagine anything But, I want to let it flow Just like how we start You like rain while I like ...

Gusar

Kacau, kata meracau tanpa arah . Emosi berkecamuk menyayat hati . Bukan lagi perkara benar atau salah . Masihkah hadirnya memberi arti . Jika kupu-kupu l elah mencium bunga , m aka keindahan mana yang terjaga sepanjang masa . Jika air mata sudah muak bercerita , m aka apa lagi yang akan bercerita, Lelah .              Dusta memakan harumnya kejujuran . Melepas racum yang seolah menyakiti jiwa perlahan . Hingga mata tak lagi melihat jalan lurus . Melainkan persimpangan bercabang, risau untuk dipilih .              Manusia mana yang rela mencicipi anggur . Yang dengannya diselipkan pedihnya sebuah duri . Lekat keindahan terbungkus kulit . Hingga lidah terjerat, jera, gema berteriak, aduh .              Seandainya retensi tak terbuka lalu terkunci . Jiwa akan bebas beterbangan, tak ada yang menetap . Kini biar...

Choice

I miss you when I see our picture again Again and again I wonder how are you Remembering the way you caught my eyes on you How we kept the words inside out of mouth Is there a time when you want to go with me It’s been a long day since farewell party Everything is just fine Until this day, those memories are back One by one of those thoughts start to be uncontrolled Then. The way you ever controlled me reminds Show me how to live as I want Giving me chance to fin d my own way Don’t know somehow you always believed in me Even I was stone heart ed sometimes Eventhough I was low-motivated in some cases Eventhough I liked to cry over your strong heart Everything has changed and keep changing As our air being different every time, changing the composition Whether it is healthy of full of pollution Now, I’ve found out Everything happens for a reason And the destiny of us to keep silent is the best way to keep us moving on in life “Go...

Lepaskan

Pada narasi yang bercerita tentang fajar, kujumpai harapan Pada pengharapan, selalu ada akhiran Pada setiap awalan pasti ada penutupan Percaya pada jiwa dapat membuatmu rapuh Percaya pada kasih dapat melepas rasionalmu Untuk setiap rasa yang telah terjadi, biarkan Di malam ketika tidurmu lelap bersama bunga tidur Adakah keinginanmu untuk mengangkat telepon yang berdering? Pada malam yang tenang, adakah kegelisahanmu berteriak keras? Pada sejuk yang diantarkan hujan, adakah sedihmu kembali? Banyak sudah setapak yang kau lalui Kegelapan akan berakhir Ikuti cahaya di sisi jalan itu Mereka akan menuntunmu pada kota Tak ada lagi keraguan yang akan meracau Ataupun masygul yang berkuasa Aku percaya semua itu mampu untuk dikalahkan oleh kebesaran jiwamu Cukup adalah cukup Tak perlu ada sangkalan pada sesuatu yang terasa cukup Meski manusia tak akan pernah merasa cukup Lepaskan gundahmu pada angin, maka dia tak akan mencaci Biarkan ia...

Kehilangan Makna

            Rangkaian kata mana pun tak dapat ku pilih . Aku tidak mengerti apa yang akan kita ambil . Apa yang menggambarkan rasa . Mana yang akan bermakna banyak . Yang ku tahu mungkin aku terlalu nyaman . Merasakan sendiri . Menerima kebaikan tanpa benar-benar kupikir . Tak pernah kupersiapkan diri untuk pergi dan toh nyatanya ternyata kamu akan pergi lebih dulu.             Bisakah kita duduk sejenak lagi dan lagi . Mendengarkan ceritamu membuat aku merasa ada . Sedikit tanya d a rimu tentang keadaanku selalu membuatku rindu . Membuatku merasa bahwa memang ada yang perlu ditanya. Ada sesuatu yang kulupa mungkin karena aku terlalu sibuk untuk mengendalikan hal di luar dari internal ku. Aku menjemput kata-kata itu setiap saat kita bertemu. Sengaja menyelinap dalam keramaian agar tak seorang pun dapat menerka rasaku dengan tepat, tak sekalipun kamu. Aku membenci jiwa yang tak tentram saat a...

SAJAK II

Kudapati diri pada persimpangan yang membentuk karakterku seperti ini. Rasanya ada peluh yang menghimpit hingga sesak di dada menderu. Tak lagi kutemui tawa yang singgah pada sisa malam bersama teman-teman yang kini sulit dicari pengganti. Perlahan namun pasti, semua memudar dan sirna. Tergantikan dengan hal-hal baru yang diingini ataupun tak pernah dipikirkan sedikitpun. Pencarian bergulir dan entah masih bermakna atau tidak. Sebab banyak hal pada akhirnya ditemui tanpa dicari. Aku bergelut dengan sekelumit pemikiran yang sekarang tak lagi mampu dibedakan mana yang penting. Kini lebih banyak hal terasa penting dan karena pentingnya, tak lagi mampu memberikan ruang untuk bernapas lega tanpa berpikir. Waktu mengantarkan pada pertemuan yang bahkan tak diingini. Waktu membawakan perpisahan yang semakin sering dijumpai maka semakin bijak dipahami. Penuh liku yang ada. Penuh luka dilewati. Tiada hari tanpa lelah dan letih. Katanya semua itu akan berbuah manis pada waktunya. Katanya, mu...

SAJAK I

Sepertinya kita hanya terlalu enggan Enggan untuk banyak hal Enggan untuk saling menanyakan kabar Enggan untuk meluruskan Dan enggan lainnya Membiarkan enggan mencerna secara sepihak Membuatnya menutup akal dari membuka pikiran Terkadang justru kita mengutuk kondisi Membuat aku tak mampu mengingat hal terbaik dengan cara yang baik Terkadang justru kamu membungkam aku yang sedang bergerak Kita adalah dua sisi yang tak pernah bisa terpisahkan Sebab kita hanya seorang manusia Dengan beragam sisi kadang kita saling menanyakan tentang dominasi Tentang kecenderungan yang bahkan mungkin tak penting Sadar atau tidak sadar kita sudah bersama lama Bercengkrama dan kadang sering beradu pendapat Namun, kita tak sedikitpun saling meninggalkan Kadang aku biarkan kamu memilih Kadang aku biarkan kamu mengalah Kadang juga aku membiarkanmu berprasangka Kita tergabung dalam satu dimensi Menyeimbangkan hidup dengan cara kita Pernah juga kita sepakat Mencoba meraih satu kata...

Sajak (Tidak) Singkat

Perjalanan Di perjalanan tenang dan panjang, hanya kediaman yang terdengar Hanya hamparan sawah yang berbicara Dengan lirikan indah dari sang mentari Jabatkan salamku untuk titik keberangkatan Bahkan ketika tak satupun kata terucap Suasana masih terasa menyenangkan Mungkin cara terbaik untuk mengungkapkan sesuatu adalah dengan tidak mengatakan apapun Pahamilah setiap canda tawa yang menghiasi perjalanan ini Seolah kita sejenak melupakan beban Berlepas tangan dari sikap acuh tak acuh Bertenang dari kemalasan yang selalu muncul saat batas waktu menyapa Di mana saja asal jiwaku bisa istirahat Melihat bagian lainnya dari pulau yang kusinggahi untuk merantau Mencoba menerka nerka ketepatan rencana masa depan Merasakan hawa duniawi yang tak pernah menciptakan kepuasan Jiwa yang merindu Rasanya tak cukup untuk hanya sesaat Naluri serakah menginginkam lebih Menahan logikaku untuk melepaskan perpisahan Menjauhkan syukur dalam jiwaku Manusiawikah rindu ini??? Di te...

Sederhana

Ada kisah di balik ketegaran. Di balik kesabaran atas kejenuhan, di balik senyuman yang ternyata menyimpan berjuta paksa ego agar tak melunjak. Ada banyak hal yang membingungkan ketika seseorang telah mengambil rencana hidupnya ke depan. Terutama ketika menginjak fase mahasiswa. Banyak tokoh manusia yang menggugah semangat, tapi mungkin hanya sejenak. Ada beberapa kelompok manusia yang memilih untuk merencanakan hidup yang sederhana dan bersahaja. Kelompok mereka yang memegang prinsip khas : " bukan mengejar nilainya, tapi mengejar ilmunya. Kalau sudah pasti paham maka nilainya pun pasti akan mengikuti". Mereka berpikiran untuk menekuni bidang kuliah yang telah menjadi pilihan. Kemudian, berusaha keras untuk memahami setiap titik topik yang ingin mereka perhatikan tanpa terlewati. Selanjutnya, pemahaman memberikan imbalan yang menarik, dengan nilai A atau AB di setiap mata kuliah. Perjuangan keras tiap malam hanya untuk memahami bukan untuk meraih IPS atau IPK cuml...

Iktisar Senin Malam

"Intro" Entah kenapa, terkadang rasa kecil hati hanya akan mengecilkan hati. Di saat ego menginginkan untuk seluruh tim mampu bergerak, tapi cenderung lupa pada realitas. Menginginkan kebersamaan hadir dalam suasana formal, tapi ternyata formal cenderung hanya formalitas. Tugas hanya tugas dan rasa kasih tak pernah hadir. Akibatnya, tim hanyalah sebuah syarat dan paksaan, pengerjaan hanya sekedarnya, tidak ada keinginan bersama untuk total dan maksimal...... Ada inspirasi di pojok toko ini. Di saat yang lain mengerjakan pekerjaan dan aktivitasnya sendiri, aku memilih berjuang untuk tim. Sudah tidak ingin lagi aku menjadi manusia yang mencaci, mengeluh, walau nyatanya terkadang terlepas tak sengaja. Sesuatu dari masa lalu telah kembali. Suatu karakter yang hilang karena penyangkalan, tapi kini sudah kembali. Tidak hanya karena pojok dan malam ini, melainkan juga karena percakapan panjang pada malam minggu lalu di perjalanan panjang, saat kebanyakan orang memilih untuk ...

Izinkan Aku Bercerita, Hai Senja

              Ada jejak yang tertinggal di saat hati tertimpa kegundahan tiada tara. Seperti layangan yang terbang mengikuti arah angin, tanpa prinsip. Bahkan tak bisa lagi kubiarkan melodi untuk menepati janji atas ucapan yang pernah diucapkan. Ada dinding yang saat ini tak bisa kudobrak. Akankah ada pintu yang mampu memberikan jalan? Sampaikan duka dan sedihku hai senja. Kebingunganku dan gusar yang mengelana di dalam rentetan cerita. Izinkan aku bertahan menikmati senjamu karena aku selalu suka dengan senja yang selalu hadir. Denganmu aku bisa merasakan seluruh kisah yang telah kutuliskan dan mengingatkanku akan pembelajaran berarti dalam pencarian solusi. Aku berharap senja selalu ada, meski hujan terkadang memberi rezekinya yang berlimpah dengan sejuta memori lampau. Tetap mengingatkan aku untuk bersyukur dan mengingat bahwa aku tidak punya apa-apa, melainkan hanya dipinjami.....                 Sep...